Tampilkan postingan dengan label edisi 02 bulan dzulhijjah 2009. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edisi 02 bulan dzulhijjah 2009. Tampilkan semua postingan

Kisah Ashabul kahfi

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juli 18, 2008
Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Adik-adik sekalian yang kakak cintai karena Allah. Alhamdulillah puji dan syukur kepada Allah swt yang telah memudahkan kita untuk bertemu dalam majelis yang mulia ini. Adik-adik, majelis ini insya Allah akan menjadi tempat bagi kita semua untuk saling mengingatkan akan kebesaran Allah Azza wa Jalla.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad saw. Juga tidak lupa kepada keluarga dan para sahabat yang senantiasa menjaga dengan teguh keimanan dan keIslamannya hingga akhir hayat mereka dan pengikutnya yang senantiasa istiqomah.
Adik-adik, sudah pernah dengar istilah Ashabul Kahfi??? Wah…ternyata ada yang udah tahu dan ada juga yang belum, ya udah sekarang kakak akan menceritakan tentang kisah Ashabul Kahfi…nah adik-adik dengerin ya…soalnya para pemuda ini sangat hebat dan mulia dimata Allah.

Ashabul Kahfi adalah sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah, mereka terdiri atas tujuh orang, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur`an. Dalam gua, para pemuda mukmin ini tinggal untuk merenung dan berpikir, akhirnya mereka keluar dengan sebuah kesimpulan yang pasti bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan seluruh alam, mereka tidak akan beriman kecuali kepada-Nya dan tidak akan menyembah selain Dia.
Mereka mengetahui bahwa kaum mereka adalah orang-orang kafir, karena menyembah selain Allah. Kekafiran mereka menyebabkan kezaliman dan kebohongan. Para pemuda mukmin ini lalu memikirkan langkah berikutnya, yaitu dengan mengasingkan diri, lalu memutuskan untuk meninggalkan kaumnya, karena mereka adalah orang yang beriman sedang kaumnya adalah kaum yang kafir, dan tidak mungkin bagi para pemuda itu untuk tinggal bersamanya.
Mereka lalu meninggalkan kota dan pergi ke sebuah gunung, kemudian memutuskan untuk berlindung dalam gua di gunung itu. Mereka memohon kepada Allah agar mencurahkan rahmat-Nya bagi mereka. Allah mengabulkan permohonan mereka. Rahmat Allah diturunkan kepada mereka, Dia memerintahkan matahari agar tidak menyinari tubuh mereka, sehingga tidak merusaknya.
Diantara tanda-tanda kekuasaan Allah atas mereka adalah bahwa mata mereka tetap terbuka, sehingga orang yang melihat menyangka mereka terjaga dan dapat melihat, padahal mereka tidur nyenyak. Bahkan, bumi tidak menelan tubuh mereka, karena Allah membalikkan mereka sesekali ke kanan dan ke kiri.
Bersama mereka ada seekor anjing yang menjadi teman mereka. Anjing itu duduk di ambang pintu gua, menjunlurkan kedua lengannya, dan tidur seperti penghuni gua itu. Sehingga tidak seorang pun yang berani mengganggu mereka ketika tidur. Allah telah membuat hati siapa saja yang melihat mereka menjadi takut, jika ia menoleh kepada mereka, ia akan melarikan diri ketakutan.
Mereka tidur cukup lama, disebutkan dalam Al Qur`an selama 309 tahun! Setelah itu, Allah membangunkan mereka, sehingga mereka bertanya-tanya berapa lama mereka tidur, namun mereka berbeda pendapat. Diantara mereka ada yang mengatakan, “Kami tidur selama satu atau setengah hari!”
Akan tetapi mereka tidak memperpanjang perdebatan itu karena memang mereka tidak mengetahuinya, mereka dalam gua.
Lalu mereka menunjuk salah seorang diantara mereka untuk pergi ke kota, membekalinya dengan uang untuk membeli makanan. Demikian pula agar ia waspada dan berhati-hati agar tidak ada seorang pun yang mengenali dan mengetahuinya, karena mereka merasa takut terhadap kaum mereka. Jika mereka mengetahui penghuni gua dan tempat tinggal mereka, niscaya kaumnya akan membunuh mereka atau membujuk mereka agar kembali ke agama mereka dan perbuatan syirik.
Pergilah pemuda itu untuk membeli makanan ke pasar. Namun Allah menghendaki hal lain. Allah ingin menjadikan diantara mereka tanda kekuasaan-Nya dan sebagai bukti atas kemampauan Allah Yang Maha Suci untuk membangkitkan. Allah menampakkan mereka pada kaum mereka. Sementara itu, kaum itu telah menjadi kaum yang beriman kepada Allah, generasi sebelumnya yang kafir telah lenyap. Yang sekarang hidup adalah generasi yang beriman.
Setelah penduduk negeri itu melihat laki-laki mukmin itu, mereka menyusulnya ke gua, tatkala mereka tiba di gua, mereka mendapatkan ketujuh lelaki mukmin itu telah wafat, kali ini benar-benar wafat dalam keadaan yang wajar. Demikianlah akhir kisah tentang iman, ikhlas, dan zuhud di dunia untuk kembali kepada Allah.

KENAPA PEMUDA KAHFI MENINGGALKAN KAUMNYA?
Setelah mereka mengetahui kekuatan dan kekuasaan kaum mereka yang lebih besar dibandingkan dibandingkan dengan kekuatan mereka, sementara mereka menginginkan perubahan.
Kalau mereka tetap ingin menghadapi dan memerangi kaum mereka, pertempuran ini tidak akan seimbang, hasilnya pun dapat ditebak, mereka tidak akan menang.
Mereka juga memperhatikan sikap kaum mereka, tetap berada dalam kekafiran, tidak mendengarkan seruan untuk beriman kepada Allah dan tidak memenuhi ajakan para pendakwah itu. Sebaliknya mereka menindas, menyiksa, dan membunuh mereka. Oleh karena itu, tidak ada manfaat dalam memerangi atau menyeru mereka.
Mempertimbangkan hal itu, mereka merasa bahwa keberadaan mereka diantara kaum mereka tidak berarti apa-apa, sehingga tidak mungkin tetap bersama mereka, mereka bahkan khawatir kaum mereka akan menfitnah dan memalingkan mereka dari keimanan. Tidak ada cara lain bagi mereka, kecuali mengasingkan diri, pergi ke gua, agar iman mereka tetap hidup dan mereka dapat beribadah kepada Allah.
Keputusan mereka untuk mengasingkan diri di dalam gua adalah benar dan tepat, sesuai dengan kenyataan dan kondisi mereka. Oleh karena itu, Allah mengabulkan doa mereka, menurunkan rahmat-Nya, dan menyediakan kebutuhan mereka.
Allah menggambarkan Ash-habul Kahfi sebagai para pemuda, “Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami atambahkan kepada mereka petunjuk.”
Fase kepemudaan adalah masa yang penuh semangat dan dinamika. Sifat ini dipuji dalam Al Quran, juga pemiliknya jika ia melakukan perbuatan mulia dan luhur. Sifat ini juga yang menjadi sumber semangat dan kekuatan bagi para pemuda muslim yang konsisten, bahkan bagi usaha, perjuangan, kesungguhan dan aktivitasnya. Inilah buah yang matang dari sifat kepemudaan yang selalu konsisten dan jujur.
Inilah fase penuh semangat, perjuangan, dan pengorbanan, yang berarti keberanian dan keteguhan. Para pemuda adalah agen perubahan dan reformasi. Mempertimbangkan pengaruh pemuda yang efektif, serta tidak seriusnya umat Islam memanfaatkan potensi dan semangat para pemudanya, musuh-musuh Islam melancarkan perang akidah dan pemikiran terhadap pemuda Islam, menjerumuskan mereka ke dalam kesia-siaan dan permainan, mematikan semangat mereka, membuat mereka cenderung pada kesenangan, pekerjaan, dan kehidupan.
Akan tetapi tidak semua pemuda telah sesat, ada sebagian mereka yang soleh, sebagaimana firman Allah tentang Ash-habul Kahfi, “Sesungguhnya mereka-mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk”. Dimana mereka memperlihatkan keIslaman mereka, memahaminya dengan sebenar-benarnya, melaksanakannya dengan sebenar-benarnya, dan mendakwahkannya dengan semangat, kesungguhan, dan keikhlasan.
Ayat ini bermaksud menetapkan kebenaran Al Quran yang pasti tentang keimanan dan petunjuk, yaitu iman sesungguhnya adalah sebuah pilihan. Jika seseorang telah memilihnya, menerimanya dengan ikhlas, patuh, dan sungguh-sungguh, maka Allah akan menambahkan keimanan kepadanya. Akan tetapi jika ia tidak mengambil dan memilih jalan itu maka Allah tidak akan memberinya petunjuk, apalagi untuk menambahkan petunjuk kepadanya.

Ikhtisar Pelajaran Terpenting dari Kisah Ash-habul Kahfi
v Kisah Ash-habul Kahfi merupakan bukti Al Quran yang paling menonjol atas pemberian kemuliaan (karomah) bagi pemuda-pemuda yang saleh
v Dalam kisah itu banyak terdapat tanda-tanda kebesaran Allah swt yang menunjukkan adanya Allah, memperkenalkan kita kepada-Nya, dan menjelaskan sebagian sifat dan perbuatan-Nya.
v Merupakan bukti yang paling jelas bahwa Allah memelihara para aulia dan menolong mereka sehingga mereka hidup dalam ketenangan dan menghadapi musuh-musuh mereka dengan teguh.
v Ash-habul Kahfi digambarkan sebagai para pemuda. Gambaran ini merupkan pujian yang mengandung pengertian betapa pentingnya fase kepemudaan itu, fase penuh semangat, dinamika, dan produktivitas
v Seorang muslim harus memenuhi hatinya dengan iman kemudian memohon pada Allah agar meneguhkan hati mereka
v Bergaul dengan orang-orang yang saleh menyebabkan mendapat berkah dari mereka, sedangkan bergaul dengan orang-orang jahat menyebabkan terjerumus dalam kejahatan juga Hendaknya kita meninggalkan masalah-masalah yang tidak mengandung manfaat dan kebaikan serta tidak membuang-buang waktu dengan hal itu.
v Kalimat “Dan hendaklah ia berkata lemah lembut” merupakan sebuah tuntunan Al Quran untuk bersikap lemah lembut dalam kehidupan, hubungan dan interaksi antar sesama
v Kebangkitan Ash-habul Kahfi dari tidur mereka selama beratus-ratus tahun merupakan bukti ilmiah dan nyata yang paling kuat tentang kebangkitan dan hari akhir.
Adik-adik itulah kisah tentang Ashabul Kahfi. Semoga kalian bisa meniru kepribadian mereka.
Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
mentoringku.wordpress.com/2008/07/.../kisah-ashabul-kahfi/


DAMPAK NEGATIF MENONTON FILM PORNO

Dalam seminar mengenai dampak pornografi terhadap kerusakan otak di Jakarta, ahli bedah syaraf dari Rumah Sakit San Antonio, Amerika Serikat, Donald L. Hilton Jr, MD mengatakan bahwa adiksi (kecanduan) mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil.

“Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Ini yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya,” kata Hilton serta menambahkan adiksi pornografi juga menimbulkan gangguan memori. Kondisi itu, tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat namun melalui beberapa tahap yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsif, ekskalasi kecanduan, desensitisasi dan akhirnya penurunan perilaku.

“Dan kerusakan otak akibat kecanduan pornografi adalah yang paling berat, lebih berat dari kecanduan kokain,”

12 fatamorgana tentang pornografi yang terlanjur tercipta secara tidak sengaja oleh otak kita:


1. Pornografi memberi makan pada “keinginan mata” dan “keinginan daging” yang tidak akan pernah terpuaskan. Pornografi hanya akan membuat ‘penontonnya’ minta tambah, tambah, dan tambah lagi.

Dengan mudah, pornografi memperbudak orang akan nafsunya dan membuka pintu terhadap segala jenis kejahatan seperti kemarahan, penyiksaaan, kekerasan, kepahitan, kebohongan, iri hati, pemaksaan, dan keegoisan. Kekuatan tersembunyi dibalik pornografi akan menunjukkan dirinya pada saat orang yang sudah terlibat berusaha menghentikan kebiasaannya. Tanpa bantuan, biasanya orang itu tidak berdaya untuk lepas.

2. Pornografi membuat cara berpikir seseorang menjadi penuh dengan seks semata. Pikiran seks akan menguasai alam bawah sadar mereka. Gambar berbau seks akan melekat pada otak mereka, sehingga pada saat seseorang memutuskan untuk berhenti melihat pornografi-pun, gambar-gambar yang pernah ia lihat dimasa lalu akan bertahan sampai beberapa tahun bahkan selama-lamanya.

3. Pornografi menjadi ajang promosi terhadap praktik seksual yang menyimpang. Contohnya, situs porno internet biasnya terhubung dengan situs porno yang lebih progresif seperti homoseks, pornografi anak, seks dengan hewan, perkosaan, seks dengan kekerasan dan lainnya.

Ini akan membuat orang-orang tertentu terganggu secara mental dan tertantang untuk mencoba. Dengan demikian, makin banyaklah perilaku seks menyimpang di masyarakat.

4. Pornografi membuat seseorang terpicu untuk lebih suka melayani diri sendiri dibanding orang lain. Masturbasi/onani adalah contohnya. Ini adalah tindakan pemenuhan nafsu pribadi yang bisa membuat seseorang sulit menerima dan membari cinta yang sebenarnya pada orang lain. Pornografi biasanya membuat orang kecanduan masturbasi/onani.

5. Pornografi akan membawa seseorang terhadap penggunaan waktu dan uang dengan sangat buruk. Sedikit ada waktu luang atau uang lebih, akan dihabiskan untuk memuaskan hawa nafsunya.

6. Dengan sering melihat situs porno atau membeli film/majalah porno, orang-orang tersebut mendukung perkembangan industri pornografi yang biasanya dikelola oleh “kejahatan terorganisir” yang mencari dana dengan cara haram.

7. Terbiasa melihat pornografi akan merusak hubungan orang tersebut dengan lingkungannya, dalam hal ini keluarga atau orang-orang terdekatnya.

Pada hubungan pacaran, hubungan yang berkembang menjadi tidak sehat. Orang yang terlibat pornografi akan menyalahkan kekasihnya pada tindakan-tindakan seksual yang mereka lakukan. Padahal masalah itu terdapat pada pribadinya sendiri, dan pasangannya adalah si ‘korban’. Pada pasangan yang telah menikah, ini akan memicu ketidakpuasan seksual dan praktik seksual yang menyimpang sehingga mengarah ke arah ketidakharmonisan keluarga, bahkan perceraian.

8. Dalam banyak kasus, pornografi membuat seseorang kehilangan daya kerjanya. Yang tadinya aktif dan kreatif bisa menjadi tidak fokus dalam pekerjaan.

9. Pornografi dapat merusak hubungan seksual dengan pasangan karena terbiasa membayangkan orang lain dalam hubungan seksual.

Imajinasi adalah salah satu efek pornografi yang sangat kuat. Nilai dan kemurnian seksual sesungguhnya menjadi rusak.

10. Melihat pornografi akan membuat seseorang menjadi sering berbohong.

Orang yang terikat pornografi akan menyimpan kebiasaannya ini sebagai rahasia, sehingga dengan berbohong ia dapat menyembunyikan rasa malunya dan menghindari kritik dari lingkungannya. Kemanapun ia pergi, ia akan cenderung memakai ‘topeng’.

11. Pornografi akan membawa seseorang pada konsekuensi spiritual yang serius.

Tekanan dan kebingungan akan memenuhi hidupnya. Pornografi membawa kekuatan jahat yang akan mengontrol dan mendominasi pemirsanya. Sekali saja seseorang melihat pornografi, itu akan membawanya semakin dalam. Nilai moral yang benar makin lama makn pudar, sehingga timbul standar ganda yang membingungkan.

12. Pornografi akan membuat seseorang mempercayai semua kebohongan yang ditawarkan oleh pornografi sendiri.

Contoh kebohongan yang ditawarkan ialah :
a. Kebebasan seksual = kebahagiaan
b. Penyimpangan seksual = normal
c. Kapan saja melampiaskan kebutuhan seksual = hal yang benar dan wajar
d. Setiap hari masturbasi = sehat
e. Pornografi = tidak menyakiti siapapun
f. Bintang porno = orang paling bahagia didunia
g. dll.
http://akudansekitar.blogspot.com/2009/09/dampak-negatif-menonton-film-porno-bagi.html


Program Anti Virus


(al-Fikrah No. 15 Tahun X/5 Jumadal Ula 1430H)
Masalah virus adalah masalah yang cukup serius, dan tentu sudah tidak asing lagi bagi para pemilik komputer. Apatah lagi jika telah tersambung dengan jaringan internet. Ada ribuan virus—bahkan lebih dari itu—siap menyerang, sehingga menyebabkan pemilik komputer mengurut dada. Bahkan terkadang sampai mengucurkan air mata jika serangan virus menyebabkan kerusakan yang cukup fatal.

Mulailah para pemilik komputer berburu anti virus yang paling ampuh. Namun seiring dengan perjalanan waktu, ternyata ada di antara virus yang sampai memakan anti virus, sehingga para pemilik komputer terkadang menghabiskan waktunya hanya untuk mencari anti virus baru, atau gonta-ganti anti virus, atau sekadar up-date anti virus. Yah, itulah resiko memiliki komputer. Entah kapan masalah virus ini akan hilang dari dunia perkomputeran. Wallahu A’lam.
Namun sebenarnya, ada jenis virus yang lebih membahayakan dari ribuan jenis virus yang menyerang komputer. Virus yang penulis maksudkan adalah virus situs-situs porno. Dampaknya bukan cuma menyerang komputer secara khusus, namun juga pemilik komputer. Bahkan akibatnya lebih dahsyat, bisa “mematikan” sang pemilik komputer.
Mematikan yang penulis maksud bukanlah kematian dalam artian berpisahnya ruh dari jasad, namun lebih dari itu. Virus ini langsung menyerang pusat kehidupan seseorang yaitu “hati”, sedahsyat apa pun virus yang menyerang tubuh atau jasad seseorang, ujungnya adalah kematian. Jika ia adalah orang yang shaleh, maka ia akan beristirahat dari kehidupan dunia yang penuh dengan keletihan dan kemaksiatan. Dan insya Allah akan mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Allah berupa kenikmatan yang tiada henti. Namun jika yang mati adalah hati, maka hal itu adalah alamat kesengsaraan abadi di dunia dan di akhirat.
Namun sangat disayangkan, sebagian manusia jika mulai terjangkit sebuah penyakit yang sifatnya lahiriah, ia bergegas melakukan terapi. Meski menghabiskan banyak dana. Bahkan terkadang ada yang melakukan safar ke beberapa negara dengan tujuan berobat karena sangat takut dengan penyakit yang menimpanya tersebut. Adapun kalau ia tertimpa penyakit hati yang sifatnya maknawi seperti kesyirikan, kebid’ahan, iri, dengki, hasad dan sebagainya (syubhat & syahwat) maka ia tenang-tenang saja dan tidak merasa perlu mencari obatnya, padahal jenis penyakit inilah yang lebih berbahaya.
Situs-situs porno yang semakin merebak dan subur ibarat jamur di musim hujan tentu sangatlah meresahkan kita semua. Jika ada seorang muslim yang tidak resah dengan realita yang memilukan ini, hendaklah ia mengintrospeksi keimanannya, karena ulama kita mengatakan bahwa jika Anda hendak mengetahui derajat dan kedudukan Anda di sisi Allah, maka lihatlah sejauh mana kecemburuan Anda terhadap agama ini, apakah hati Anda masih ada rasa berontak jika melihat sebuah kemungkaran atau tidak.
Berikut ini beberapa terapi atau tips untuk melindungi diri dari virus situs porno, semoga bermanfaat:
1. Jangan membuka surat atau tulisan yang tidak jelas asalnya karena kebanyakannya berisi muatan pornografi atau kiriman virus yang bisa mengancam komputer Anda, atau minimal hanya menghabiskan waktu dan harta.
2. Jauhilah semampu Anda untuk menggunakan fasilitas internet dalam keadaan bersendirian, karena dalam keadaan seperti itu, setan akan mendapatkan peluang emas dengan bisikan dan tipu dayanya yang menggiurkan atau membangkitkan gairah membuka situs-situs porno, atau dengan kata lain jika memang kita terpaksa untuk membuka internet maka usahakan dengan menghadirkan orang lain di sekitar kita. Namun sayangnya, kebanyakan warnet memang dimodifikasi dan dikondisikan untuk para pemakai bersendirian dalam menggunakannya. Alasannya, agar tidak saling mengganggu antara pemakai yang satu dengan yang lainnya. Kalau niat pengelola internet seperti ini, mungkin masih bisa ditolelir. Namun kenyataannya, hal ini memberi peluang yang sangat besar bagi para pemakai untuk bebas membuka situs yang dikehendakinya, sehingga dikuatirkan mereka terjatuh dalam “tolong-menolong dalam kebathilan”. Wallahul Musta’an.
1. Jauhilah membuka internet dalam kondisi gairah syahwat Anda kuat.
4. Jangan menggunakan fasilitas pencari data seperti “Google” atau “Yahoo” atau selainnya untuk mencari data yang ada kaitannya dengan hubungan antara lawan jenis, walaupun dengan niat untuk mengambil manfaat, yang bisa menyebabkan seseorang menertawakan dirinya sendiri karena tertipu oleh kamuflase jiwa yang kelihatannya mengajak pada kebaikan namun ia terjatuh pada lembah kenistaan.
5. Jauhilah teman yang jelek karena terkadang merekalah yang menjadi sebab seseorang mendapatkan informasi seputar dunia internet atau memberi data situs-situs porno yang ada pada internet.
6. Letakkanlah komputer Anda di rumah pada tempat yang mudah dilihat semua orang, seperti di ruang kumpul keluarga atau di ruang makan. Jangan menutup pintu. Jadikanlah monitor komputer Anda berhadapan dengan pintu, atau dengan kata lain posisi Anda membelakangi pintu. Insya Allah hal itu akan menjauhkan pikiran Anda untuk membuka situs-situs porno karena rasa malu dari orang yang bisa saja masuk secara tiba-tiba.
7. Menghadirkan rasa takut dan merasa diawasi oleh Allah dan keyakinan akan pandangan Allah Yang Mahamengetahui segala sesuatu baik yang nampak maupun yang tersembunyi.
8. Jadikanlah tulisan pembuka pada saat Anda membuka komputer berupa ayat-ayat al Qur’an atau hadits-hadits yang mengandung peringatan dan ancaman, tulislah dengan tulisan yang besar yang memenuhi layar komputer Anda, atau dengan kata-kata hikmah atau gambar sebuah kuburan dan sebagainya, gantilah pada setiap pekan atau tiap sepuluh hari.
9. Ketika gairah syahwat Anda meninggi segeralah berziarah ke kuburan dan jangan berziarah ke warnet karena hal itu akan mengingatkan Anda kepada hari akhirat, pemutus segala angan-angan dan cita-cita.
10. Jauhilah tempat-tempat yang bisa membangkitkan syahwat seperti pasar-pasar, mall-mall, tempat-tempat rekreasi umum dan yang sejenisnya. Boikotlah semua stasiun-stasiun televisi atau majalah dan surat-surat kabar yang berbau pornografi, karena secara umum hal-hal inilah yang bisa membangkitkan syahwat seseorang.
11. Segeralah menikah untuk menyelamatkan diri dan agama Anda, dan berusahalah untuk mengatasi segala rintangan yang menghalangi Anda untuk menuju gerbang pernikahan, karena sesungguhnya pernikahan itu indah.
12. Coba tanya diri Anda; apa untungnya Anda membuka situs-situs porno? Hanya akan membangkitkan dan mengobarkan api syahwat, setelah itu apa? Entah Anda bersabar dengan dorongan syahwat tersebut (yang justru bisa membuat Anda tersiksa dan stres), atau Anda akan melampiaskannya pada apa yang diharamkan Allah? Na’udzubillah! Inikah jalan orang-orang yang berakal?
13. Jika keinginan untuk membuka situs porno semakin menguat maka segeralah tutup komputer Anda.
14. Bayangkan, seandainya sebelum Anda menutup situs porno yang telah Anda buka, tiba-tiba kematian menjemput Anda, apakah Anda tidak merasa malu setelah orang-orang mengetahuinya? Dan sungguh banyak orang yang mati dalam keadaan seperti ini—atau yang sejenisnya, ada yang mati ketika berada di atas tubuh seorang pelacur. Wal’iyadzu billah.
15. Jika memang Anda sulit untuk mengendalikan diri jika telah membuka internet maka cobalah Anda untuk tidak menggunakan fasilitas internet beberapa hari untuk mengobati dan menguatkan keimanan Anda dalam hati dan sibukkanlah diri Anda dengan membaca, mendengar dan menghadiri majelis-majelis ilmu, karena tidaklah seseorang berani membuka situs-situs haram tersebut melainkan karena kadar keimanan yang melemah.
16. Camkan! Tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba melainkan istiqamah dan teguh di atas jalan agama Allah, perbanyaklah istighfar dan doa kepada-Nya, ketuklah pintu-Nya, karena sesungguhnya doa merupakan senjata utama seorang mukmin yang memberi pengaruh yang sangat kuat, dan ingatlah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika beliau didatangi seorang pemuda seraya berkata,
“Wahai Rasulullah, izinkanlah aku berzina.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian bersabda, “Apakah engkau ridha jika seseorang berzina dengan ibumu?” Selanjutnya beliau meletakkan tangannya di dada lelaki tersebut seraya berdoa, “Ya Allah, bersihkanlah hatinya, jagalah kehormatannya.” Abu Umamah t berkata, “Setelah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendoakan pemuda itu maka sama sekali ia tidak pernah lagi untuk berpaling pada keinginannya tersebut.”
17. Ketahuilah, barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan mengganti dengan sesuatu yang lebih baik.
Semoga Allah Subhana wa Ta’ala senantiasa memberikan rasa takut pada kita semua yang dengannya dapat menghalangi kita dari segala bentuk kemaksiatan, dan membersihkan hati-hati kita. Amin. Wallahu A’lam bis-Showab.
/ Sumber : Tabloid Al Istiqomah, Jam’iyah al Kitab wa as-Sunnah Khartoum-Sudan dengan beberapa perubahan dari penerjemah dan redaksi.
? Diterjemahkan oleh Ust. Harman Tajang, Lc.

Take Me Out Vs Ta'aruf

Siapa sich yang nggak tahu lirik lagu ini “pengumuman-pengumuman siapa yang mau bantu, tolong aku kasihani aku, tolong carikan diriku kekasih hatiku, siapa yang mau”. Yup betul ! “Cari jodoh”, sebuah judul lagu yang dipopulerkan oleh group band “Wali” yang akhir-akhir ini sering diperdengarkan di radio-radio sampai stasiun televisi. Hingga lirik lagunya tidak asing lagi di telinga masyarakat, mulai dari kaum remaja dewasa, orangtua, bahkan anak-anak pun sering melantunkannya. Di dalam video klip lagu tersebut dikisahkan tentang perjuangan seorang lelaki yang sedang mencari gadis impiannya.

Bahagia rasanya jika kita sudah menemukan pasangan hidup (suami/istri) yang sesuai dengan impian kita. Namun perasaan was-was menghantui para muda-mudi yang sudah siap untuk menikah tetapi sampai target usia menikahnya belum juga menemukan pasangan hidup yang diimpikan. Meski banyak cara dilakukan seseorang untuk bertemu dengan jodohnya yang ia impikan untuk suatu saat mendampingi hidupnya setelah pernikahan.

Tren masa kini
Manusia merupakan makhluk sosial, tak dapat dipungkiri dalam keseharian aktivitasnya selalu melakukan interaksi, baik itu dengan sesama jenis (pria dengan pria) ataupun dengan lawan jenisnya (pria dengan wanita). Interaksi tersebut terkadang membuahkan ikatan pertemanan atau persahabatan, hubungan kerja atau relasi, dan lainnya. Semua pasti berawal dari sebuah perkenalan.
Tidak selalu perkenalan dilakukan secara langsung face to face, seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi kini banyak cara alternatif yang menunjang proses tersebut. Banyak sarana yang bisa digunakan untuk seseorang mendapatkan kenalan teman baru, misalnya yang kini sedang digandrungi remaja dewasa bahkan orangtua adalah situs jejaring pertemanan melalui dunia maya (internet). Disini juga seseorang bisa difasilitasi untuk bertemu dengan pujaan hati melalui situs perjodohan (biro jodoh). Tak hanya melalui internet, kini hadir di layar televisi Take Me Out Indonesia sebuah program reality show terbaru dalam kemasan dating show.
Take Me Out Indonesia adalah sebuah program acara dengan konsep reality show menghadirkan 30 kontestan wanita berstatus single yang telah melewati tahapan audisi, yang berpenampilan menarik dan ekspresif pastinya yang terpilih. Mereka yang terpilih akan berdiri di depan podium dengan lampu menyala, kemudian mereka akan memilih 1 orang pria berdasarkan penampilan, kepribadian, dan latar belakang hidupnya. Para kontestan wanita akan mematikan lampu jika mereka tidak menyukai sosok pria yang dihadirkan saat itu. Di setiap episodenya, ada 7 pria single yang keluar satu demi satu untuk dipilih dan memilih para wanita itu.
Setelah didapat 1 pasangan, maka pasangan itu akan diberi kesempatan untuk berkenalan lebih mendalam di sebuah ruangan romantic room yang sudah disiapkan. Di sana mereka bisa ngobrol, nonton DVD, atau hal-hal lain sesuai dengan hobi masing-masing. Setelah didapat tiga pasangan, selanjutnya pasangan-pasangan ini akan ditantang dalam chemistry challange. Disini setiap pasangan akan diuji seberapa cocok mereka sebagai pasangan. Seratus juri (penonton) akan menentukan siapakah dari ketiga pasangan tersebut yang akan menjadi pasangan terbaik di episode tersebut
Suksesnya acara Take Me Out, memunculkan acara serupa dengan judul Take Him Out yang berisi kebalikannya. Take Him Out berisi 30 pria single dan 7 wanita single di setiap episodenya.


Apa yang salah ?
Perihal jodoh itu adalah ketentuan yang Allah tetapkan yang kita tidak mempunyai pengetahuan tentang kapan datangnya dan siapa yang nanti akan berjodoh dengan kita masih menjadi misteri sebelum akad nikah terlaksana. Namun ketika menunggu saat itu datang, ada dua hal yang bisa kita lakukan, yaitu ikhtiar dan tawakal kepada Allah yang telah menentukan jodoh kita saat kita masih di dalam rahim ibu. Dalam proses ikhtiar (berusaha) kita dibolehkan untuk mencari, memilih, dan melihat siapa yang nantinya cocok menjadi calon pendamping. Berkaitan dengan usaha tersebut saat ini telah menjamur biro jodoh atau media yang memberikan jasa untuk membantu memilihkan dan mempertemukan pasangan jodoh.
Sebagai seorang muslim menanggapi fenomena biro jodoh ini harus dilihat dari kacamata Islam. Fenomena ini perlu dilihat dulu apakah caranya menyimpang dari hukum Islam atau tidak. Pada kasus program acara reality show dalam kemasan dating show, misalnya “Take Me Out Indonesia”. Kita bisa melihat bahwa dalam acara tersebut banyak hal-hal yang menyimpang dari hukum Islam. Mulai dari pakaian para wanita yang menjadi kontestan acara tersebut yang mengumbar aurat, kemudian perilaku mereka yang menggoda kaum lelaki untuk berbuat maksiat seperti pada saat mereka telah mendapatkan pasangan kemudian memasuki ruang romantic room dan berdua-duaan (khalwat) dengan pasangannya yang bukan mahromnya.
Selain itu gaya hedonisme terlihat menghiasi acara ini. Lihat saja gaya berbusana pembawa acaranya juga para pesertanya, para wanita tidak malu memakai pakaian yang bagian “atas bawah” serba terbuka dan memperlihatkan auratnya. Bener-bener ajang pamer aurat tiada henti!
Cara mereka memilih pasangannya pun dilihat dari fisik semata. Mereka tak lagi melihat apakah yang dipilihnya adalah wanita yang sholihah atau pria yang sholih. Fisik, itu pilihan utama pria dalam memilih wanita. Meskipun cerdas, tapi kalo nggak cantik dan langsing jangan harap bakal terpilih. Jenis pekerjaan, itu pilihan utama wanita dalam memilih si pria. Jabatan direktur atau pemilik sebuah perusahaan, bisa dipastikan hampir semua wanita menyalakan lampunya agar dipilih oleh si pria tersebut.
Beginilah jika hidup dalam sistem yang tidak memanusiakan manusia. Hidup dalam sistem kapitalisme-liberalisme telah mengakibatkan mereka jauh dari budaya Islam yang mulia dan membuat mereka menjadi materialistik dalam segala hal.
Biro jodoh atau sebuah upaya jasa untuk mempertemukan dua anak manusia dengan tujuan pernikahan itu hal yang boleh-boleh saja dalam Islam. Yang jadi pertanyaan adalah sejauh mana pelaksanaan biro jodoh itu agar sesuai dengan syariat Islam dan bukan malah menjadi pengumbar maksiat.

Islam adalah Solusi
Jika ada yang menginginkan perkenalan untuk menuju hubungan yang lebih serius (pernikahan), Islam telah memberikan solusi yang sehat yaitu melalui proses ta’aruf. Ta’aruf bermakna perkenalan atau saling berkenalan, yaitu antara pria dan wanita yang menginginkan perkenalan dengan tujuan untuk pernikahan. Jadi proses ini dilakukan dalam rangka ingin mengetahui/mengenali masing-masing calon suami-istri untuk sampai kepada tahapan pernikahan.
Di dalam proses ta’aruf ada rambu-rambu penting yang perlu diperhatikan, yaitu tidak boleh berkhalwat (berdua-duaan), topik obrolan yang diperbincangkan tidak boleh menjurus kepada membangkitkan syahwat, dan masing-masing harus menjaga kehormatan dan harga dirinya.
Menurut Islam, manusia tidaklah “bebas”. Setiap manusia adalah hamba Allah SWT. dia terikat pada aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam syariah-Nya, baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Karena itu, seorang Muslim harus menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya sesuai dengan aturan Islam. Islam telah memerintahkan kepada manusia, baik pria maupun wanita untuk menundukkan pandangan. Allah SWT. berfirman:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. (QS. an-Nur [24] : 30-31)

Siapa saja yag ingin menikahi seorang wanita, ia boleh melihat wanita tersebut dengan tidak berkhalwat dengannya. Rasulullah saw. bersabda:

“Siapa saja yang beriman kepada Allah SWT. dan hari akhir, janganlah sekali-kali ia berkhalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai mahromnya, karena yang ketiga di antara keduanya adalah setan.”

Hadits tentang larangan berkhalwat bersifat umum, tidak ada pengecualian, termasuk bagi pria yang ingin melihat wanita yang hendak dilamarnya. Ia hanya boleh melihat wajah dan kedua telapak tangannya ataupun bagian tubuh wanita lainnya yang lazim untuk diketahui, semata-mata untuk tujuan menikah.
Islam memerintahkan kepada kaum wanita untuk menutupi auratnya dengan sempurna yaitu mengenakan pakaian yang menutupi keseluruhan tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Allah SWT. berfirman:

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.” (QS. an-Nur [24] : 30-31)

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka” (QS. Al-Ahzab [33] : 59)

Kebolehan pria melihat wanita yang hendak dilamarnya, bukan sekedar ingin mengetahui secara fisik (paras cantiknya, manis senyumnya, dsb), tetapi ingin melihat apakah ia adalah wanita yang ia idamkan (cerdas & sholihah) untuk menjadi istrinya kelak. Jika saat melihatnya, ada hal-hal yang mendorong ia untuk menikah maka dianjurkan untuk bersegera menikahinya.
Saat keduanya bertemu tidak boleh berkhalwat, haruslah si wanita tersebut ditemani oleh mahromnya (orangtua, adik, paman, dst). Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat (berdua-duaan), kecuali jika wanita itu disertai mahrom-nya.

“Janganlah sekali-sekali seorang pria dan wanita berkhalwat, kecuali jika wanita itu disertai mahrom-nya.” (HR. Bukhari)

Topik obrolan yang diperbincangkan pun haruslah yang menyangkut tata laksana persiapan pernikahan (harus bertarget). Tidak boleh membicarakan hal-hal yang berbau porno atau membangkitkan syahwat.
Masing-masing harus menghormati, tidak boleh mengumbar/menceritakan proses ta’aruf tadi ke orang lain yang tidak mempunyai kepentingan di dalamnya. Misalnya, ketika calon suami melihat kelemahan/kekurangan pada calon istri, maka ia tidak boleh menceritakannya pada orang lain. Ketika pun mereka sepakat untuk membatalkan lamaran/memutuskan untuk tidak melanjutkan proses ke tahapan menikah, maka semua permasalahan (pribadi atau keluarga) masing-masing yang telah diungkapkan saat proses ta’aruf, haruslah terjaga kerahasiaannya. Jadi masing-masing harus menjaga kerhomatan dan harga dirinya.
Setelah proses ta’aruf berjalan lancar dan dimudahkan, ketika masing-masing merasa ada kecocokan dan sudah ingin menuju ke jenjang pernikahan. Maka pihak pria dianjurkan untuk bersegera melamar atau mengutarakan keinginannya untuk menjadikan wanita tersebut istri. Kemudian wanita tersebut haruslah mengabarkan kepada wali-nya (orangtua, paman, dst), bersaman dengan itu ia harus tawakal kepada Allah SWT. dengan terus berdialog/berdoa meminta petunjuk kepadaNya. Jadi persetujuan itu nantinya berdasarkan hidayah bukan karena hawa nafsu.
Rasulullah saw. memberikan rambu-rambu dalam memilih pasangan: “Wanita itu dinikahi karena empat perkara; (1) karena hartanya, (2) karena kebaikan keturunan atau kedudukannya, (3) karena kecantikannya, dan (4) karena agamanya. Maka beruntunglah engkau yang memilih wanita yang beragama, karena dengan demikian itu engkau akan berbahagia” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): “Janganlah kamu menikahi wanita kaeena kecantikannya, mungkin kecantikannya itu akan menyebabkan dia sesat (membinasakannya); dan janganlah kamu menikahi wanita karena harta bendanya, mungkin hartanya itu menyebabkan ia sombong (sesat). Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, Demi Allah, perempuan budak yang hitam legam itu lebih utama apabila ia beragama (Islam)” (HR Ibnu Majah)
Pelamaran (permintaan/khitbah) dari pihak pria jika telah diterima oleh pihak wanita maka keduanya tadi sudah terikat hubungan. Tetapi hubungan disini (khitbah) bukan seperti tunangan yang diyakini masyarakat kini jika sudah bertunangan maka keduanya boleh berinteraksi lebih dekat (berkhalwat). Tata cara tunangan ini bukan tata cara yang diajarkan oleh Islam. Perlu diperhatikan bahwa rambu-rambu pergaulan Islam masih mengatur hubungan antara pria dan wanita setelah ikatan khitbah terjalin di antara keduanya sampai akad nikah terlaksana, jangan sampai keduanya melanggar rambu-rambu tersebut.
Setelah pihak wanita menerima lamaran (khitbah), maka ia tidak boleh menerima pinangan dari pria lain. Dianjurkan dari tahapan khitbah sampai kepada akad nikah, jaraknya tidak berlama-lama lebih baik disegerakan jika keduanya telah ridho dan tidak ada keterpaksaan.
Nah, mudah kan. Kata siapa nikah itu sulit ? Sulit memang jika kita masih hidup dalam sistem kapitalisme saat ini yang tidak memberikan ruang gerak bebas bagi umat Muslim yang ingin menjalankan kewajibannya kepada Allah SWT. Kapitalisme hanya menguntungkan para kapitalis yang mempunyai modal besar untuk membuat acara semisal Take Me Out Indonesia yang mengkomersilkan ajang perjodohan yang seharusnya sakral ini.
Hanya Islam solusi bagi seluruh aspek kehidupan manusia, tak terkecuali dalam memilih jodoh dan ajang perjodohannya. So, mari terapkan Islam secara kaffah. Raih dukungan ummat untuk berjuang bersama menegakkan hukum-hukum Allah dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Wallahu alam bi ash shawab. (vitae) http://vitae.multiply.com/journal/item/154?mark_read=vitae:journal:154

Happy Ending


Fitrah manusia adalah ia akan senantiasa merasa takut tatkala ia berbuat dosa. Minimal ia takut ketahuan. Hati nurani manusia takkan biasa berbohong. Apalagi kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Maka, takutlah kepada-Nya, takutlah karena kamu akan menghadap-Nya di hari pembalasan kelak. Dalam keadaan apakah kamu akan menjumpai-Nya? Berlumuran dosa atau ketaatan?

Saudaraku, kematian adalah penghancur segala kelezatan dunia. Itulah kematian yang kan mendatangi siapa saja yang bernyawa. Hamba yang menutup hidupnya dengan ketaatan akan mengalami husnul khatimah. Sedangkan yang menutupnya dengan gubangan dosa, maka itulah su-ul khatimah. Allah dan Rasul-Nya telah mewanti-waanti umat manusia untuk mengakhiri hidupnya dengan husnul khatimah. Itulah akhir hidup para Nabi dan Rasul dan orang-orang shalih.

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri).” (QS.Ali Imran:102)
“Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya.” (HR. Bukhari dan selainnya)
Sobat muda, ada kabar gembira bagi orang beriman, mereka akan mendapatkan perlakuan khusus dari malaikat pencabut nyawa. Mereka akan menutup mata dengan senyuman. Kematian akan menjadi sangat indah baginya,
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan):’Janganlah kamu merasa takut dan jenganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat:30)
“Barangsiapa yang suka bertemu Allah, maka Allah pun suka untuk bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak suka bertemu dengan Allah, maka Allah pun benci untuk bertemu dengannya”. ‘Aisyah bertanya, “Wahai Nabi Allah! Apakah (yang dimaksud) adalah benci kematian? kita semua benci kematian?” Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menjawab, “Bukan seperti itu. Akan tetapi, seorang mukmin, apabila diberi khabar gembira tentang rahmat dan ridha Allah serta Syurga-Nya, maka ia akan suka bertemu Allah. Dan sesungguhnya, orang kafir, apabila diberi kabar tentang adzab Allah dan kemurkaan-Nya, maka ia akan benci untuk bertemu Allah dan Allah pun membenci bertemu dengannya.”
Mengenai makna hadits ini, al Imam al Khatthabi mengatakan: “Maksud dari kecintaan hamba untuk bertemu Allah, yaitu ia lebih mengutamakan akhirat daripada dunia. Kerananya, ia tidak senang tinggal terus menerus di dunia, bahkan siap meninggalkannya. Sedangkan makna kebencian adalah sebaliknya.”
Imam Nawawi berkata, ”Secara syari’at, kecintaan dan kebencian yang diperhitungkan adalah, saat sakaratul maut, saat taubat tidak diterima lagi. Ketika itu, semuanya diperlihatkan bagi yang sedang nazak (proses pengambilan nyawa), dan akan nampak baginya tempat kembalinya.”
Saudaraku, berazamlah dari sekarang untuk mendapatkan predikat husnul khatimah, untuk menutup mata dengan senyuman. Hidupmu adalah penuh dengnan senyuman dan kamu pun kan berakhir dengan senyuman. Sungguh suatu perjalanan hidup yang indah. Oleh karena itu, berdoalah selalu dengan meminta taufik untuk beramal shalih kepada Allah Subhanahu Wata’ala sebagai jalan menuju husnul khatimah.
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan sebuah hadits dalam shahih-nya, dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiallahu anhu, dia mengatakan:
“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memanfaatkannya”. Para sahabat bertanya, “bagaimana Allah akan memanfaatkannya?” Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menjawab, “Allah akan memberikannya taufik untuk beramal shalih sebelum dia meninggal.” (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi dan dishahihkan al Hakim dalam Mustadrak)
Kamu-kamu yang sekolah atau kuliah tentu sudah targetkan kelulusan atau prestasi yang gemilang. Rencana pembangunan lima tahun bagi pemerintah juga mengharapkan hasil yang menggembirakan, oleh karenanya program-program andalan pun disusun sedemikian rupa tuk menggapainya. Saya punya kisah menarik berkaitan dengan happy ending ini. Simak deh
Ada sebuah penelitian di sebuah perguruan tinggi di london, penelitiannya berupa uji seksualitas manusia. Untuk itu, disiapkanlah 1 cowok dan 1 cewek yang telah didandani seganteng dan secantik mungkin untuk memikat responden. Saking memikatnya, setiap yang melihatnya akan terpukau dan lupa diri alias kesandung batu pun tak dihiraukannya lagi. Tugas keduanya adalah berjalan di sepanjang jalanan umum dan mengajukan 1 pertanyaan dan mencatat respon atau jawaban yang diperolehnya. Sang cowok dengan penmpilan yang sangat memikat pun berjalan melewati para wanita dan bertanya pada mereka; apakah kamu mau berhubungan intim dengan saya? Hasilnya semua wanita yang dilewatinya mengatakan ah atau ih, sudah gila kamu ya? Sedangkan sang cewek, ketika ia melontarkan pertanyaan yang serupa, semua pria menjawab; ok, atau boleh atau siapa takut? Semua jawaban menunjukkan para pria siap berzina dengan cewek tersebut kecuali pria yang terakhir menjwab; sebenarnya saya mau tapi, berhubung karena besok saya mau ujian skripsi maka, saya tidak bisa memenuhi ajakan anda.
Coba perhatikan jawaban pria yang terakhir ini, dia adalah non muslim yang tak tau menahu soal hukum zina. Ia mampu menahan nafsunya dan lebih mementingkan hasil yang yang ingin dicapainya. Ia ingin lulus ujian skripsi. Happy ending. Yah, walau ia non muslim makna husnul khatimah dalam kuliah telah ia impikan dan harus ia capai. Lalu, bagaimana dengan kamu? Seorang muslim yang berakal adalah yang mampu menahan nafsunya dan senantiasa mempersiapkan bekal untuk surga, happy ending yang didamba. Bukankah kamu senantiasa berdoa; rabbanaa aatinaa fiddunya hasanah wafi aakhirati hasanah waqinaa adzaabannaar. Bukankah dengan doa itu kamu mengharapkan husnul khatimah. Maka, realisasikan doa itu dalam amalanmu sebab doa tanpa amalan bagai berburu tanpa senjata. Biarkanlah amal dan doa beriringan dan raihlah husnul khatimah.
Sobat muda, simaklah kisah akhir hayat kekasih Allah, kekasih orang beriman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berikut ini;
“Rasulullah dengan suara lemah memberikan khutbah terakhirnya, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasul yang tenang menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk.
“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah.
“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah.
Fatimah menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut telah datang menghampiri. Rasulullah pun menanyakan kenapa Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.
Tapi, semua penjelasan Jibril itu tidak membuat Rasul lega, matanya masih penuh kecemasan dan tanda tanya.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak, sepeninggalanku?”
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: “Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril meyakinkan.
Detik-detik kian dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan-lahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakitnya, sakaratul maut ini.” Perlahan terdengar desisan suara Rasulullah mengaduh.
Fatimah hanya mampu memejamkan matanya. Sementara Ali yang duduk di sampingnya hanya menundukan kepalanya semakin dalam. Jibril pun memalingkan muka.
“Jijikkah engkau melihatku, hingga engkau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril sambil terus berpaling.
Sedetik kemudian terdengar Rasulullah memekik kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku,” pinta Rasul pada Allah
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali pun segera mendekatkan telinganya.
“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii, ummatii, ummatiii?” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran kemuliaan itu.”
Wallahu A’lam bisshawaab
Walhamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan